Yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita, sebagian yang ziarah
kubur sering membawa Qur’an –terutama surat Yasin-, lalu membacanya di
sisi kubur. Kita sepakat bahwa Al Qur’an adalah kalamullah dan surat
Yasin adalah surat yang baik, mengandung pelajaran dan hikmah-hikmah
penting di dalamnya. Namun apakah ketika ziarah kubur dituntunkan
demikian? Ataukah ada tuntunan atau ajaran lainnya dari Rasul kita
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 September 2012
Minggu, 23 September 2012
Hukum Membaca Ramalan Bintang, Zodiak dan Shio
Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya mengenai hukum membaca ramalan bintang, zodiak dan semisalnya.
Jawaban beliau rahimahullah,
Jawaban beliau rahimahullah,
7 (Tujuh) Rintangan Setan
Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (5) إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ
لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 5-6)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (5) إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ
لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 5-6)
Kamis, 09 Agustus 2012
Tidak Ada Benda Keramat Di Dalam Agama Islam
Oleh
Ustadz Ali Musri Semjan Putra
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Rabb semesta alam. Tiada yang berhak diibadahi kecuali Dia semata, yang telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab demi kebahagian manusia di dunia dan di akhirat kelak. Dia-lah tempat meminta dan bergantung dalam segala keadaan. Baik di saat suka maupun duka, di saat senang maupun susah, di saat sehat maupun sakit. Dia-lah yang memberi kesembuhan atas segala penyakit.
Ustadz Ali Musri Semjan Putra
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, Rabb semesta alam. Tiada yang berhak diibadahi kecuali Dia semata, yang telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab demi kebahagian manusia di dunia dan di akhirat kelak. Dia-lah tempat meminta dan bergantung dalam segala keadaan. Baik di saat suka maupun duka, di saat senang maupun susah, di saat sehat maupun sakit. Dia-lah yang memberi kesembuhan atas segala penyakit.
Kamis, 02 Agustus 2012
Ru'yatullah (Melihat Allah) Dalam Pandangan Ahlus Sunnah Dan Mu'tazilah
Oleh
Nurul Mukhlishin Asyraf.
Ru’yah menurut bahasa berarti,”Annazar bil aini au bil-qalbi”(melihat dengan mata atau dengan hati).Ru’yatullah berarti melihat Allah dengan penglihatan mata atau penglihatan hati.
Apakah Allah bisa dilihat?, bisakah itu terjadi? dan di manakah Ia bisa dilihat? Semua ini merupakan perbincangan antara Ahlussunnah dan Mu’tazilah yang akan menjadi pokok pembahasan dalam masalah ini .
Nurul Mukhlishin Asyraf.
Ru’yah menurut bahasa berarti,”Annazar bil aini au bil-qalbi”(melihat dengan mata atau dengan hati).Ru’yatullah berarti melihat Allah dengan penglihatan mata atau penglihatan hati.
Apakah Allah bisa dilihat?, bisakah itu terjadi? dan di manakah Ia bisa dilihat? Semua ini merupakan perbincangan antara Ahlussunnah dan Mu’tazilah yang akan menjadi pokok pembahasan dalam masalah ini .
Ru'yatullah (Melihat Allah) Dalam Pandangan Ahlus Sunnah Dan Mu'tazilah
Oleh
Nurul Mukhlishin Asyraf.
Ru’yah menurut bahasa berarti,”Annazar bil aini au bil-qalbi”(melihat dengan mata atau dengan hati).Ru’yatullah berarti melihat Allah dengan penglihatan mata atau penglihatan hati.
Apakah Allah bisa dilihat?, bisakah itu terjadi? dan di manakah Ia bisa dilihat? Semua ini merupakan perbincangan antara Ahlussunnah dan Mu’tazilah yang akan menjadi pokok pembahasan dalam masalah ini .
Nurul Mukhlishin Asyraf.
Ru’yah menurut bahasa berarti,”Annazar bil aini au bil-qalbi”(melihat dengan mata atau dengan hati).Ru’yatullah berarti melihat Allah dengan penglihatan mata atau penglihatan hati.
Apakah Allah bisa dilihat?, bisakah itu terjadi? dan di manakah Ia bisa dilihat? Semua ini merupakan perbincangan antara Ahlussunnah dan Mu’tazilah yang akan menjadi pokok pembahasan dalam masalah ini .
Kedudukan Ilham Dalam Islam
Ilham, disebut juga intuisi atau inspirasi. Adalah bisikan hati, berupa
pengetahuan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada
hambaNya, baik kepada Rasulullah n maupun selainnya. Ilham sering
dianggap oleh orang awam sebagai sebuah wangsit untuk melakukan sesuatu
atau meninggalkannya. Sedemikian berharganya ilham atau wangsit
tersebut, sehingga tidak jarang orang mengeluarkan biaya yang tidak
terhingga, atau melakukan aktivitas dan ritual yang bermacam-macam untuk
bisa mendapatkannya.
Bermain-Main Dengan Menyebut Nama Allah, Al Qur'an Dan Rasul
Oleh
Ustadz Abu Nida` Chomsaha Sofwan
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].
Ustadz Abu Nida` Chomsaha Sofwan
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].
Beberapa Tanda Kiamat
Oleh
Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan
Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun iman. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, ...dst. [Al Baqarah:177].
Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan
Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun iman. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, ...dst. [Al Baqarah:177].
Aqidah Imam Empat
Oleh
Ustadz Muslim Al Atsari
“Bagilah masjid-masjid antara kami dengan Hanafiyah [1] karena Si Fulan, salah seorang ahli fiqih mereka, menganggap kami sebagai ahli dzimmah! [2]” Usulan ini disampaikan oleh beberapa tokoh Syafi’iyyah[3] kepada mufti Syam pada akhir abad 13 Hijriyah.
Ustadz Muslim Al Atsari
“Bagilah masjid-masjid antara kami dengan Hanafiyah [1] karena Si Fulan, salah seorang ahli fiqih mereka, menganggap kami sebagai ahli dzimmah! [2]” Usulan ini disampaikan oleh beberapa tokoh Syafi’iyyah[3] kepada mufti Syam pada akhir abad 13 Hijriyah.
Pentingnya Iman Kepada Hari Akhir Dan Pengaruhnya Terhadap Prilaku Manusia
Oleh
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil
Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun dari rukun iman, dan salah satu ‘aqidah dari ‘aqidah Islam yang pokok, karena masalah kebang-kitan di negeri akhirat merupakan landasan berdirinya ‘aqidah setelah masalah keesaan Allah Ta’ala.
Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil
Iman kepada hari Akhir merupakan salah satu rukun dari rukun iman, dan salah satu ‘aqidah dari ‘aqidah Islam yang pokok, karena masalah kebang-kitan di negeri akhirat merupakan landasan berdirinya ‘aqidah setelah masalah keesaan Allah Ta’ala.
Definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sejarah Munculnya Istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
D. Definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah:
Mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu anhum. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu anhum.
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
D. Definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah:
Mereka yang menempuh seperti apa yang pernah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu anhum. Disebut Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu anhum.
Pengertian Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
A. Definisi ‘Aqidah
‘Aqidah (اَلْعَقِيْدَةُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.[1]
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
A. Definisi ‘Aqidah
‘Aqidah (اَلْعَقِيْدَةُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.[1]
Apakah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam Hidup Di Alam Kubur Dan Mendengar Salam ?
APAKAH NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU A’ALAIHI WA SALLAM HIDUP DI ALAM KUBUR
DAN MENDENGAR SALAM SERTA PANGGILAN ORANG YANG MENZIARAHINYA ?
Pengantar Redaksi
Lembaga Fatwa Kerajaan Saudi Arabia "Lajnah Da'imah", memberikan jawaban dalam fatwanya no. 4383 [1], ketika di tanya tentang beberapa hal berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di alam barzakh, sebagaimana tertuang dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dâwud rahimahullah. Arti hadits tersebut ialah: Tidak ada seorangpun yang memberi salam kepadaku, kecuali Allâh Azza wa Jalla mengembalikan rohku kepadaku, sehingga aku membalas salamnya.
Pengantar Redaksi
Lembaga Fatwa Kerajaan Saudi Arabia "Lajnah Da'imah", memberikan jawaban dalam fatwanya no. 4383 [1], ketika di tanya tentang beberapa hal berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di alam barzakh, sebagaimana tertuang dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dâwud rahimahullah. Arti hadits tersebut ialah: Tidak ada seorangpun yang memberi salam kepadaku, kecuali Allâh Azza wa Jalla mengembalikan rohku kepadaku, sehingga aku membalas salamnya.
Pernyataan Imam Syafi'i Dalam Masalah 'Aqidah
Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara
penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan
madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi'i yang
madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi
lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata
aqidah Imam asy-Syafi'i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum
muslimin di Indonesia.
Aqidah Imam Syâfi'i: Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ada Di Atas
Oleh
Syaikh Muhammad bin Mûsa Alu Nashr
Di antara pokok utama aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, ialah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’alaberada di langit (di atas langit), Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas makhluk-makhluk-Nya dan ber-istiwâ` (bersemayam) di atas 'Arsy sesuai dengan kesempurnaan dan keagungan-Nya, tidak seperti bersemayamnya seorang manusia. Akan tetapi, meskipun Allah Subhanahu wa Ta’alabersemayam di atas Arsy, ilmu-Nya ada di setiap tempat dan Dia lebih dekat dari urat leher seseorang. Tidak pula tersembunyi dari-Nya apa pun yang ada di langit dan di bumi, bahkan Dia mengetahui dan menyaksikan pembicaraan-pembicaraan rahasia.
Syaikh Muhammad bin Mûsa Alu Nashr
Di antara pokok utama aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, ialah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’alaberada di langit (di atas langit), Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas makhluk-makhluk-Nya dan ber-istiwâ` (bersemayam) di atas 'Arsy sesuai dengan kesempurnaan dan keagungan-Nya, tidak seperti bersemayamnya seorang manusia. Akan tetapi, meskipun Allah Subhanahu wa Ta’alabersemayam di atas Arsy, ilmu-Nya ada di setiap tempat dan Dia lebih dekat dari urat leher seseorang. Tidak pula tersembunyi dari-Nya apa pun yang ada di langit dan di bumi, bahkan Dia mengetahui dan menyaksikan pembicaraan-pembicaraan rahasia.
Langganan:
Postingan (Atom)


